Tips Mendapatkan Ide Kreatif untuk Menulis

Post a Comment


     Tips Mendapatkan Ide Kreatif untuk Menulis - Menulis adalah sebuah hobi yang berkaitan dengan rangkaian kata-kata. Seorang penulis yang menghasilkan sebuah karya dalam bentuk buku, maka ia akan selalu dikenang. 

    Pernah mendengar kutipan "kalau kau bukan anak raja, bukan anak ulama besar, maka menulislah!". Ya, ucapannya terkesan sederhana, tetapi mengandung energi positif dan memiliki arti yang dalam. Imam Al-Ghazali tentu memiliki alasan kuat ketika mengucapkan hal tersebut.

    Saat kau menjadi anak raja atau ulama besar, maka dunia akan dengan mudah mengenalimu, mengetahui jejakmu dan tentunya dirimu akan lebih mudah memberi sugesti pada siapa pun. Namun, ketika kau bukan siapa-siapa, orang biasa yang tak memiliki popularitas, maka MENULIS adalah jalan ninjamu untuk menggapai hal-hal yang disebutkan di atas, bahkan jauh lebih banyak dari pada itu. Engkau akan membius, menanamkan nilai-nilai berkualitas dan mengubah pola pikir pembaca yang menikmati karyamu.

    Pernah mendengar anak SMP bunuh anak kecil karena menonton film?

Mahasiswa yang membunuh dosennya dengan alasan sakit hati, dan termotivasi dari sebuah bacaan atau film?

Anak-anak sekolah yang membegal gurunya karena terlalu sering mengonsumsi buku bacaan atau novel yang berkisah seperti itu?

    Miris, bukan? Bayangkan saja jika mereka melakukan itu semua setelah menikmati karyamu? Bagaimana perasaanmu?

    Oleh karena itu, menulislah untuk sebuah alasan yang agung. Berikan gambaran perilaku atau norma yang baik dan sisipkan pesan moral di dalam tulisanmu. 

    Okey, itu tadi INTERMEZZO saja, ya. Sebagai pengingat untuk kita semua agar tidak hanya terpaku pada popularitas ataupun materi (uang) semata.

    Selanjutnya, kita akan masuk ke pembahasan utama, yaitu TIPS MENDAPATKAN IDE KREATIF.

    Dorongan yang paling kuat untuk menumbuhkan keinginan menulis adalah diri sendiri. Untuk menumbuhkan kenginan menulis, seseorang harus melakukan hal-hal tertentu agar dapat memproduksi ide kreatif, jantung dari sebuah tulisan.

💗 Yang pertama, adalah MEMBACA

    Seorang penulis sudah seharusnya juga mampu menjadi pembaca yang hebat. Membaca akan memberikan banyak keuntungan bagi seorang penulis. Selain membantu untuk mencari ide, membaca akan memperkaya kosakata bagi penulis.

Lalu apa yang dibaca?

    Baca aja apa yang bisa dibaca. Gak harus baca buku doang, baca selebaran atau iklan yang ditempel di tiang listrik juga bisa. Bisa juga majalah, koran, media sosial, berita, atau hanya status orang di Instagram, WhatsApp, Tik Tok dan lainnya. Karena kita gak pernah tahu kapan ide itu akan datang.

     Biasanya sih datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit. Yang penting baca aja dulu. Atau bisa juga membaca dengan arti lain, yaitu memperhatikan kondisi sekitar kita. Kondisi di sekitar rumah, sekolah atau kampus kita. 

    Dengan membaca, kita sedang melakukan proses memancing ide untuk ditangkap. Dengan membaca juga, kita dapat mengetahui bacaan yang sedang booming. Tak hanya itu, membaca akan membantu kita untuk memahami gaya penulisan dari penulis lain. Bukan, bukan untuk menyontek atau plagiasi. Melainkan sebagai bahan untuk belajar. "Oh, ternyata bacaan seperti ini, ya, yang sedang diminati pasar."

    Dan bagaimana nasib orang-orang yang malas membaca?

    Saya sendiri merupakan golongan orang yang awalnya gak terlalu suka baca. But now, saya sudah cukup familiar dengan buku-buku. Dulu sebelum suka baca, bagaimana cara saya mencari ide untuk menulis? MENDENGAR, guys. Tau gak saya denger apaan? Film, webinar, orang-orang ngomong, dan melihat keadaan sekeliling.

💗Okay, next, yang kedua adalah MENDENGAR

     Di atas udah saya jelasin yaa, kalo malas baca, dari mana asalnya kita bisa dapat ide. Iya, dengarkan banyak hal, saat ini sudah banyak orang yang menyebarkan informasi melalui podcast. Bahkan, untuk platform menulis seperti Storial, dan beberapa lainnya pun sudah menyediakan audiobook, lohh. Jadi, gak ada alasan kalo kalian ga bisa dapat ide karena ga suka baca ya;)

    Proses memancing ide sangat banyak, tak hanya dari bacaan, menonton film, dengar radio, podcast, berita, curhatan temen, ah, pokoknya banyak deh. Bahkan gosip sekalipun dapat menstimulasi otak kita untuk memunculkan ide. Eits, jangan jadi kompor ya!😆 Kalian cukup mengambil hal-hal yang dapat dijadikan ide. Misalnya, kalian bisa liat gerak-gerik dan karakter bicara tiap-tiap orang yang ada di situ. Karakter unik biasanya didapatkan dari hal-hal yang absurd memang🤣.

    Aku yakin kalian udah paham nih di step ini.

💗Next, masuk yang ketiga, PEKA KEADAAN

    Setelah membaca dan mendengar, tentunya kalian lebih memiliki indera yang mampu berperan lebih aktif di sini, yaitu, Peka terhadap Keadaan.

Lalu, maksudnya Peka Keadaan di sini apa?

    Bagaimana caranya? Lihatlah sekelilingmu saat ini. Apa yang kau lihat? Di rumah, bagaimanakah cara orang tua memperlakukanmu? Bagaimana rasanya saat berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam bersama keluarga? Bersama teman, hal apa saja yang kau sukai saat berkumpul dengan teman? Siapakah orang yang paling kau percayai? Kapan biasanya kalian akan menghabiskan waktu bersama? Mengapa kau merasa sedih jika mendapat nilai jelek di sekolah? Di mana kau akan menghabiskan waktu untuk menikmati liburan?

    Singkat, namun mengandung makna padat, bukan? Pertanyaan sederhana di atas tanpa sadar akan memancing kepekaanmu terhadap lingkungan yang awalnya tak pernah kau sadari, bahwa mereka akan membentuk suatu ide yang luar biasa.

    Sampai sini, paham ya? Atau sudah ada yang bisa menyimpulkan apa inti dari poin ketiga ini? Jawab dalam hati aja, ya, hihii.

💗Yang terakhir adalah PERAN HATI

     Nah, di bagian ini, setelah kalian udah baca tiga poin di atas, gimana caranya supaya hati dapat berperan di sini?

     Misal, setelah temen kalian curhat panjang lebar, apakah mungkin semuanya bakalan kalian tampung jadi suatu cerita? Enggak, kan? Tentunya kalian akan menyaring dan mengolah ide-ide yang sudah didapat. Kalau semua mau dimasukin ke cerita, apa jadinya itu naskah😆. 

     Hati berfungsi untuk memfilter ide-ide yang masuk. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang cocok untuk dimasukkan dalam naskah, dan mana yang seharusnya dibuang. Terkadang, terlalu banyak ide mumet juga jadinya guys:D 

Berikutnya masuk ke IDE

Kalau merujuk ke KBBI (daring),

     Ide diartikan sebagai gagasan; cita-cita; rancangan yang tersusun di dalam pikiran.

    “ide /idé/ n rancangan yg tersusun di dlm pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai — yg bagus, tetapi sukar dilaksanakan”

     Ide ini bersifat umum biasanya, di dalamnya mengandung berbagai pikiran pokok (tema). Maka biasanya ide dan tema tidak bisa dipisahkan, bagaikan kutub utara-selatan sebuah magnet. Bagaikan apa lagi nih😆. Kamu dan aku, iyess🤣.

Balik lagi ke KBBI (daring):

    “te•ma /téma/ n pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb): — sandiwara ini ialah “yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia”;

    ber•te•ma n mempunyai tema: perkembangan seni vokal yg ~ “serius” mulai dapat bernapas kembali;

    ber•te•ma•kan v berdasarkan (berlandaskan) tema: pesta olahraga itu ~ “di dlm badan terdapat jiwa yg sehat.”

     Jadi, tema merupakan perpanjangan dari ide yang lebih bersifat spesifik dan khusus

    Tema bisa juga diartikan sebagai:

1. Dasar atau landasan dan sebagai penentu arah/alur jalan cerita

2. Sesuatu yang akan muncul sebagai persoalan cerita

3. Pokok pikiran yang akan disampaikan

4. Central idea (ide utama) dan central purpose (tujuan utama) dalam sebuah cerita yang diterangkan dengan cara yang sederhana

5. Segala sesuatu yang sudah direncanakan untuk sebuah alur cerita


Note:

Selalu siapkan notes kecil dan pulpen, atau kalo mau simpel bisa pake hp aja untuk nyatat semua ide yang didapat. Tidak untuk naskah yang lagi digarap, kan bisa untuk naskah selanjutnya. Jadi, biarkan ide itu abadi dalam tulisan. Sehingga suatu saat ketika mengalami ide buntu, kau bisa membuka kembali notes kecil tersebut.


    Misal dari gambar berikut ini, idenya tentang REMAJA.

    Tema yang bisa kita buat naskahnya ada 4, lulus sekolah dapat beasiswa ke luar negeri, cinta/mengagumi kakak kelas di masa sekolah/kuliah, traveller backpacker atau bisnis di usia muda.

    Masih banyak lagi tema yang bisa dibuat dari ide itu.

    Nah, sekarang pertanyaannya, menurut teman-teman, tema buku apa yang laris di pasar saat ini?

   Apa percintaan remaja masih laku?

   Atau pengembangan diri yang laku? Karena banyak orang gak tahu akan dirinya 🙈

   Silakan lakukan riset sebelum eksekusi naskah ya guys^^



Official Teak
Holaa!!! Let me introduce myself Selamat datang di mini blogku, catatan kecil kehidupanku. Apapun yang kalian rasakan, share ke aku ya, siapa tau bisa jadi inspirasi😉

Related Posts

Post a Comment