Holaaaa!!
Salam Literasi untuk kamu sang Penggiat Sastra.
Kali ini saya akan membagikan beberapa tips supaya naskah kamu bisa tembus Penerbit Mizan. Sudah gak asing sama penerbit yang satu ini, kan? Pastinya, dong!! Mizan adalah salah satu penerbit di Indonesia yang sudah berdiri selama lebih dari 30 tahun. Mereka juga memiliki visi dan misi yang mendukung kemajuan bangsa. Jadi, kamu wajib menambahkan Mizan sebagai salah satu penerbit tujuan surat cinta kalian. Ehhe.
Nah, langsung saja kita usut bagaimana cara pengirimannya, yaa. Untuk mengirim naskah ke Penerbit Mizan, maka kamu harus mencetak naskah yang telah diketik. Ingat ya, diketik menggunakan laptop atau komputer. Karena Mizan tidak menerima naskah yang ditulis dengan mesin tik.
Lah, dicetak? Hard copy? Print out?

Dokumen Pribadi

Iya, benar. Naskah yang sudah kamu cetak, harus dikirimkan ke alamat redaksi Penerbit Mizan di Jalan Cinambo No. 135, Cisaranten Wetan, Bandung 40294, Indonesia. Masukkan naskahmu ke dalam amplop coklat. Lalu, kirimkan melalui Kantor Pos atau jasa pengirim lainnya. Jangan lupa untuk menyertakan dokumen pendukung, yaa. 1. Surat Pengantar (Cover Leter), dan 2. Riwayat hidup singkat (CV).

Dokumen Pribadi


Sebelum mengirimkan naskah, hal yang terlebih dahulu harus diketahui adalah jenis tulisan yang akan dikirimkan.  Mizan membuat pembagian lini pengiriman naskah berdasarkan genre buku. Berikut pembagian lininya:
  • Naskah Buku Dewasa diterbitkan melalui lini Qanita, Mizania, Kaifa, Mizan Fantasi, dan Mizan Kronik Zaman Baru
  • Naskah Buku Remaja diterbitkan melalui lini Pastel Books
  • Naskah Buku Anak diterbitkan melalui lini DAR! Mizan
  • Buku Digital (E-book) melalui Emizan

Rasanya, masih ada yang kurang, ya, kalau belum membahas kriteria ketentuan naskah yang akan diterima Penerbit Mizan ini. Jelas dongg, inikan penerbit yang kece dan legend di Indonesia. Masa iya, gak ada ketentuannya. Bisa lulus sensor semua, dongg! Ya udah, cuusss langsung kita kupas tuntas saja, yaaa. Berikut kriteria naskah yang akan diterima Penerbit Mizan:

  • Naskah harus karya original

Kalau dipikir-pikir, penerbit mana sih, yang bakalan menerima naskah yang tidak ori alias KW. Ya iya memang, tapi ketentuan yang satu ini harus tetap dicantumkan. Biar pada melek matanya. Karena di zaman sekarang banyak orang yang memanfaatkan karya orang lain dengan tidak bertanggung jawab. Makanya, syarat ini harus menjadi kriteria penilaian pertama yang akan selalu disoroti setiap penerbit.


  • Belum pernah dipublikasikan penerbit lain

Kalau naskah yang akan kamu kirimkan sudah pernah dipublikasikan di penerbit lain, pikir ulang deh, sama aja, bakalan ga diterima.><

  • Memiliki cerita unik dan tidak klise

Setiap penerbit tentunya sudah sering menerbitkan naskah dengan tema yang berbeda-beda. Keunggulan dan kelemahan tiap cerita pun akan dipertimbangkan. Maka dari itu, buatlah naskah semenarik mungkin. Oiya, yang satu ini harus disertai kalimat pembuka yang memancing siapapun pembaca nagih. Eits, nagih baca ceritamu, ya, bukan nagih makan, hehe. Saya sudah menyiapkan artikel yang akan membahas ini, lohh, tentang “Menarik Pembaca dengan Kalimat Pembuka” yaa, kalau setuju, tulis di kolom komentar, dongg!

  • Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis)

Menulis naskah dengan rapi harus sudah dibiasakan sejak awal menulis, agar kamu terus terbiasa menulis dengan rapi. Coba bayangkan, kamu mengirim naskah acakadul, berantakan, spasi terlalu rapat, tulisan buat sakit mata, haduuhhh, waktu nulis ini, saya ngebayangin gimana ceritanya itu naskah yang super acak-acakan bakalan diterima? Baru baca bagian awal doang, pasti langsung melayang deh, hehe. Ini serius, yaa, sebagus apapun tulisan kamu, tapi, kalau berantakan, gak akan dilirik. Penerbit ogah deh kerja keras buat editin tulisan kamu. Penulisan cerita pun belum tentu sesuai kaidah, malah ditambah merapikan tulisan kamu lagi. BIG NO!

  • Memiliki peluang pasar yang bagus

Nah, kriteria yang satu ini adalah tantangan yang akan dihadapi setiap penulis. Bagaimana caranya menghasilkan sebuah ide yang menjual. Nahhh, by the way, aku juga mau nulis tentang ini, hehe, masih on-going. Pokoknya, kalau kamu udah punya tekad buat melahirkan sebuah karya. Kamu harus lihat dulu, orang-orang lagi banyak cari buku apa? Orang-orang cari buku yang bagaimana? Kalau bisa, lakukanlah survey untuk hal ini. Agar kamu tahu, apa bacaan yang dibutuhkan orang-orang, contohnya sekarang, buku kesehatan tentang menjaga diri dari pandemi ini pasti sangat menjual bangett, kan!

  • Tulisan utuh dan padu (bukan kumpulan tulisan)

Sebelum mengirimkan naskah, kamu harus memastikan bahwa naskah tersebut memang sudah layak dikonsumsi pembaca. Mulai dari bagian awal sampai bagian terakhirnya harus saling keterkaitan. Bab I menjurus ke Bab II, Bab II ke Bab III, dan seterusnya. Jika kamu mengirimkan tulisan yang terlihat seperti kumpulan naskah asal jadi. Selamat! Naskah kamu ditolak!

  •  Tidak berpotensi memunculkan konflik SARA

Posisikan tulisanmu pada tempatnya. Usahakan agar naskahmu tidak menyalahi aturan SARA (Suku, Agama, Ras & Antar golongan). Jika tulisan yang mengandung unsur tersebut tetap dipublikasikan, bisa kacau deh, negara ini karena sebuah buku. Hal ini yang ditakutkan, karena dapat menimbulkan efek serius dan konflik yang mengacu pada ranah hukum. Maka dari itu, poin ini tidak akan pernah ketinggalan dalam syarat dan ketentuan terbitnya sebuah karya.

  • Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama

Negara kita merupakan negara hukum yang sangat menjunjung tinggi kedamaian pada setiap ummatnya. Hal-hal yang menimbulkan kontroversi moral maupun agama, tentunya akan mengundang pemicu konflik tersebut ke pihak yang berwajib. Oleh karena itu, buatlah naskah yang baik. Kreatif tanpa menjatuhkan beberapa pihak. Inovatif, tanpa mencekik beberapa kalangan.

  • Sertakan sinopsis

Yang terakhir, sertakanlah sinopsis untuk naskahmu. Biasanya penerbit akan membaca sebuah cerita dari sinopsisnya dulu. Apabila dirasa menarik dan membuat penasaran, maka editor mulai mau membuka naskahmu, membaca tiap-tiap bagian dari naskah tersebut. Nah, kalau kamu tidak menyertakan sinopsis, apa jadinya? Editor bakalan mengesampingkan naskahmu, dan itu artinya, peluang naskahmu diterbitkan sangat kecil. Karena dari sinopsis, cerita kita akan bekerja sendiri. Tergantung bagaimana kita merangkainya. Maka dari itu, buatlah sinopsis yang menggugah selera pembaca, buat readers nagih sama tulisanmu. 

Nah, itulah kriteria naskah yang harus kamu perhatikan dalam menciptakan sebuah karya. Eitss, belum selesai, yaa. Ada poin-poin yang tidak kalah penting dari kriteria di atas. Apa, ya? Lihat gambar di bawah ini saja, ya!


Dokumen Pribadi


Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi






Jika naskah yang kamu kirim diterima, maka kamu akan menerima kabar melalui telepon, email atau surat. Untuk konfirmasi atau pertanyaan terkait naskah, kamu bisa menghubungi pihak Penerbit Mizan setiap hari Jumat via telepon ke 022-7834310, dengan menghubungi sekretaris redaksi pada jam kerja: 08.00 – 17.00 (istirahat pukul 12.00 – 13.00).


NOTE: Jika Redaksi menolak untuk menerbitkan naskah kamu, mereka akan memberikan kabar via surat atau telepon. Bahan naskah yang kamu kirimkan, tidak akan dikembalikan oleh Penerbit Mizan, kecuali jika kamu menyertakan perangko yang mencukupi untuk proses pengembalian.

            Sampailah kita di akhir artikela ini. Jika ada yang tidak paham, silakan tinggalkan komentar kamu, yaa. Untuk update selanjutnya, kamu mau bahas apa? Berikan pendapatmu di kolom komentar yaa.J Oiyaa, untuk menghindari perasangka plagiasi, kamu harus mengetahui tema dan judul yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Mizan. Sila Anda kunjungi Penerbit Mizan.

Baca Juga: Tips Menang Lomba Menulis

0 Comments