Memahami Konsep dan Landasan Menulis


Menulis adalah suatu proses kegiatan menuangkan pikiran manusia yang hendak mengungkapkan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri dalam bentuk tulisan (Widyamartaya, 1991:9). Menulis adalah menuangkan gagasan, pikiran, perasaan dan pengalaman melalui bahasa tulis (Depdiknas,2003: 6).

Berdasarkan beberapa teori, dapat disimpulkan bahwa definisi menulis adalah menuangkan gagasan, pikiran, perasaan dan pengalaman dalam bentuk tulisan sehingga menjadi sebuah hasil karangan dimana pembaca seolah-olah merasakan atau mengalami sendiri seperti apa yang ia baca. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, aspek keterampilan menulis sangat beragam, yaitu:
Menulis Sastra
Contohnya menulis mengenai prosa, puisi, dan drama.
Menulis Kreatif
Contohnya seperti mengarang lima jenis tulisan, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, argumentasi, dan masih banyak jenis-jenis tulisan yang lain. 


Pada suatu penelitian, penulis akan mengangkat permasalahan mengenai pengalaman pribadi, baik yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan. Namun, tidak semua orang mampu menuangkannya dalam sebuah tulisan, walau sebenarnya apa yang mereka tulis merupakan benar-benar pengalaman / kejadian yang meraka alami sendiri.

Pengertian Menulis
“Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami seseorang, sehingga orang lain 
dapat membaca grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.” (Tarigan, 2008: 21). Pendapat lain mengatakan “Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematis serta mengungkapkan secara tersurat.” (Sabarti dkk. 2003: 2).

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu proses kegiatan mengungkapkan pikiran, perasaan, sikap dan keyakinan dengan mengggunakan lambang-lambang bahasa tertulis secara logis dan sistematis. Tulisan yang baik hendaknya mengandung isi yang berbobot, jelas, singkat, menarik, dan mudah dipahami. Apabila seseorang berhasrat menyampaikan pikiran, sikap, perasaan, dan keyakinan serta mantap dan mampu menyampaikan dalam bahasa tulis, maka ia telah memiliki keterampilan dan kemampuan menulis.

Hakikat Menulis
Kegiatan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, artinya tidak secara langsung bertatap muka dengan orang lain, melainkan melalui media tulis. Menulis juga bisa dikatakan suatu kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif. Produktif dan ekspresif mengandung arti kedua karakteristik tersebut berfungsi sebagai penyampai informasi. Dikatakan produktif karena kegiatan menulis merupakan kegiatan yang bersifat menghasilkan suatu karya tulis berupa hasil dari ungkapan gagasan pikiran seseorang. Sedangkan ekspresif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 
(KBBI, 2007: 291) mengandung arti tepat (mampu) memberikan (ungkapan) gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Keterampilan menulis harus melalui proses pelatihan dan praktik yang intensif. Berdasarkan konsep dasar tersebut, keterampilan menulis akan diperoleh siswa 
melalui proses yaitu dengan cara pelatihan atau praktik menulis. Semakin banyak pelatihan, akan semakin besar pula kemungkinan seseorang mampu dan senang akan kegiatan menulis.

Tujuan Menulis
Tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu mengenai diri seseorang. Menulis tidak mengharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan sesuai, tetapi harus menentukan siapa yang akan membaca tulisan tersebut dan apa maksud dan tujuannya.



Tujuan menulis (the writer‘s intention) adalah respons atau jawaban yang diharapkan oleh penulis akan diperoleh dari pembaca. Hugo Hartig (dalam Tarigan, 2008: 24-25) mengungkapkan tujuan menulis meliputi: 
1. Tujuan penugasan (assigment Purpose), yaitu menulis karena ditugaskan bukan kemauan sendiri, 
2. Tujuan altruistik (altruistic purpose), yaitu untuk menyenangkan pembaca,
3. tujuan persuasif (persuasive purpose), yaitu meyakinkan pembaca dan kebenaran gagasan yang diutamakan, 
4. Tujuan informasional (informational purpose), yaitu memberi informasi kepada pembaca, 
5. Tujuan pernyataan diri (self-expressive purpose), yaitu memperkenalkan diri sebagai pengarang kepada pembaca, 
6. Tujuan kreatif (creative purpose), yaitu mencapai nilai-nilai artistik dan nilai-nilai kesenian,
7. Tujuan pemecahan masalah (problem-solving purpose), yaitu mencerminkan serta menjelajahi pikiran-pikiran agar dimengerti dan diterima oleh pembaca.

Berdasarkan uraian mengenai tujuan menulis yang disampaikan di atas, dapat diketahui bahwa menulis mengandung tujuan untuk melatih diri seseorang memiliki 
kompetensi menulis dalam mengekspresikan pendapat dan perasaan serta dapat terampil menulis secara efektif dan efisien dalam berbagai ragam tulisan dan berbagai konteks.

Official Teak
Holaa!!! Let me introduce myself Selamat datang di mini blogku, catatan kecil kehidupanku. Apapun yang kalian rasakan, share ke aku ya, siapa tau bisa jadi inspirasišŸ˜‰

Related Posts

Post a Comment