Monday, July 27, 2020

Memilih Waktu yang Tepat untuk Menulis

          

  Memilih Waktu yang Tepat untuk Menulis – Setiap orang pasti memiliki argumennya sendiri saat membahas hal ini. Karena, waktu menulis yang baik adalah waktu yang diluangkan oleh diri sendiri ketika banyak kesibukan yang kian membantai. Penulis harus punya cara tersendiri untuk melawan kemalasan yang kapan saja siap menerjang. Berikut tips yang bisa saya berikan untuk menjadi inspirasi anda dalam menemukan waktu yang tepat untuk menulis.


Setiap Pagi

Saya mulai ketika awal membuka mata, yakni saat matahari menyapa. Jangan berasumsi jika saya akan menyarankan anda untuk menulis di pagi hari yang cukup sibuk di tengah aktifitas yang bermacam-macam. Waktu pagi hari bisa diterjemahkan mulai dari pukul 05.00 – 10.00 waktu Indonesia setempat, setuju? Waktu inilah yang disebut dengan golden hour untuk memunculkan ide lebih luas dengan pikiran yang masih fresh. Anda bisa menyisihkan waktu 30 menit untuk merangkai 300 kata. Ah, yang benar saja, 300 kata dalam 30 menit?!

Tidak ada yang tidak mungkin yaa, sobat. Yang kita harus lakukan hanya menulis. Ingat, hanya menulis! Lain halnya dengan menulis sambil mengedit. Jika melakukan kedua hal ini secara bersamaan, dapat dipastikan tulisan kalian tak akan berkembang, apalagi menyentuh kata tamat. Pasti sulit. Oleh karena itu, menulislah apa saja yang tersirat di benakmu. Jangan pusingkan perihal kaidah bahasa ataupun penggunaan PUEBI. Hal tersebut hanya akan menjadi tanggul terbesarmu untuk memulai kisah sebagai penulis. Ingat, HANYA MENULIS!



Setelah Makan Siang

Memilih waktu setelah makan siang adalah waktu yang cukup tepat jika tidak ada lagi kegiatan wajib yang mendesak, seperti sekolah, les, kuliah, kerja, dan lain sebagainya. Gunakan waktu setelah makan siang apabila dirimu tak lagi disibukkan dengan rutinitas harian. Karena apa? Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh. Jika ada hal yang mengganggu atau berbagai hal yang menyebabkan kita harus membagi fokus, saya pastikan pikiran anda akan buyar dan ide yang tadinya berlomba-lomba muncul di permukaan, akan menguap dan berserakan tak karuan. Oleh karena itu, perhatikan waktu yang anda berikan untuk hobi yang cukup menyita perhatian.


3.     

Ketika Matahari Kembali ke Peraduannya

Mengambil momen saat senja akan tiba adalah saat-saat ternyaman yang pernah saya rasakan. Mungkin teman-teman yang mengaku anak senja setuju dengan pernyataan ini. Bagaimana tidak, suasana sore hari ini mampu membius kita untuk  merasakan ketenangan dan lebih rilex menjelajah imajinasi. Waktu sore hari memang sangat direkomendasikan untuk kalian yang mencari waktu terbaik menulis. Cobalah sesekali menulis saat waktu soremu kosong, saat itulah feel nyaman akan bersangkar di relungmu.


4.     

After Dinner

Waktu setelah makan malam ini memang menjadi waktu pilihan untuk sekedar merebahkan badan setelah aktivitas satu harian yang kian menyesak. Tapi, bukan berarti hanya rebahan dan berdiam diri saja, kan? Anda bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk memunculkan ide sambil mengambil ancang-ancang menulis. Jadi, kapan ide nongol di otak, langsung catat. Biasanya, di malam hari adalah waktu di mana kita me-review ­kegiatan yang telah berlalu pada hari itu. Bisa muncul penyesalan, pun kepuasan. Entah itu menyesal karena tidak jadi membeli baju, atau puas karena bisa pulang tepat waktu. Pikiran-pikiran yang serta-merta muncul di benak tersebut, pasti bisa diolah menjadi sebuah ide yang menarik. Maka dari itu, saya sarankan untuk tetap menggenggam sebuah pena untuk bisa mengabadikan ide yang kapan saja bisa kembali tenggelam.


5.     

Dini Hari

Yang terakhir dari perjalanan keseharian kita adalah waktu dini hari, di saat semua orang memilih terlelap-saya pribadi-memanfaatkan kesempatan tersebut untuk fokus menulis. Momen sepi memang bisa didapatkan kapan saja, tetapi entah apa yang membalut waktu dini hari sehingga ide sangat rentan muncul pada saat itu. Seperti halnya ucapan petuah-petuah orang tua terdahulu yang memerintahkan anaknya untuk belajar ataupun membaca sebelum tidur. Sangat nyata saya rasakan kalimat tersebut memang benar adanya. Gak percaya? Buktikan saja!!

            Namun, jika memang memiliki tekad kuat untuk menjadi penulis, sebaiknya membuat jadwal menulis yang rutin setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan menulis. Tak perlu mengikuti tips di atas jika anda merasa sudah memiliki waktu terbaik untuk menuangkan ide. Yang saya tuliskan di atas hanyalah pilihan waktu terbaik versi saya. Nah, bagaimana waktu terbaik menurut anda?? Tuliskan di kolom komentar, yaa! Sebagai wadah berbagi juga untuk teman menulis lainnya, dan terkhusus untuk sayaJ


Tuesday, July 21, 2020

Ada Apa dengan Wattpad? Wattpad dibajak Hacker?


Ada Apa dengan Wattpad? Wattpad dibajak Hacker? – Baru-baru ini banyak beredar bahwa Wattpad -platform/aplikasi menulis- di-hack orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, berita ini disebarkan karena para pengguna Wattpad kesulitan mengakses akun mereka. Tertera kata ‘please reset your password in order to log in to your account’ saat hendak masuk ke akun pengguna. Namun, di beberapa kalangan tersebar berita lain terkait erornya server Wattpad ini. Yakni, rencana penghapusan platform menulis Wattpad. 
Berita simpang siur ini belum memiliki jawaban dan solusi yang pasti. Para pengguna Wattpad hanya dianjurkan mengganti kata sandi akun mereka untuk menghindari terjadinya kebobolan data. Tak hanya itu, pengguna juga disarankan untuk mengaitkan akun Wattpadnya ke email pribadi, akun google atau Facebook. Hal ini sebagai sarana untuk mengganti kata sandi apabila sewaktu-waktu tidak bisa log in menggunakan username dan password sebelumnya.

Sunday, July 19, 2020

Menulis Itu Mudah, Gak Percaya? Ini dia Tipsnya

Menulis Itu Mudah, Gak Percaya? Ini dia Tipsnya – Halo Sobat Penulis! Masih semangat menulis, kan? Harus dongg, jangan sampai kendur antusiasnya
Kali ini, saya akan membagikan sedikit kebahagian untuk sobat menulis. Tentunya hal ini sangat mendukung penulis pemula untuk lebih giat mengeksplorasi diri dengan tulisan-tulisan yang berkualitas. Jangan pernah berhenti mencoba untuk menggapai harapan yang telah digantungkan di langit, yaa.
Menulis adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Eits, kata mudah di sini, jangan di salah artikan, yaa, teman-teman! Kenapa saya bilang menulis itu mudah? Hal pertama yang mendorong saya mengatakan hal itu, karena menulis adalah ungkapan yang tak tersuarakan, hanya dituangkan dalam beberapa huruf yang kemudian dirangkai menjadi kata-kata. Yang membuatnya susah adalah tangan yang malas menuliskan suara hati dan pikiran saja. Betul apa betul??
Di era teknologi yang sudah berkembang secara merata dan luas ke seluruh penjuru negeri, rasanya sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkannya. Walau passion  yang dimiliki hanya sebatas menulis, tapi jangan pernah remehkan hal tersebut. Diri kita sendiri harus meyakini bahwa kita adalah penulis handal yang tak kalah cermatnya dengan penulis papan atas di negeri ini. Hanya saja, kita belum sampai pada tahap yang kini telah diraih mereka (penulis terkenal).
Lalu, kapan rencananya mau konsisten mencapai tahap demi tahap untuk mencetak diri sebagai penulis? Upss, yang paling dasar dulu, kapan mau menganggap Menulis Itu Mudah?
Nah, apabila diri sendiri sudah memberi sugesti dan percaya bahwa menulis itu sangat mudah, maka mindset atau pola pikir kita akan menerima hal tersebut dengan positif. Sebaliknya, jika otak kita merespons pikiran negatif yang hadir dari pikiran kita sendiri, maka hal jelek itu pulalah yang akan mencerminkan diri kita. Sebaiknya, motivasi diri sendiri agar tidak kehabisan semangat dalam menulis, yaa, sobat:)
Berikut tipsnya agar mindset anda lebih terbuka dan langsung berpikir bahwa menulis itu memang sangat mudah.


1. Membaca

Buku apapun itu, silakan anda baca. Novel dengan berbagai genre, buku resep makanan, buku tentang kepribadian, buku pengayaan, bahasa inggris, dan lain sebagainya. Membaca buku-buku yang bervariasi justru malah akan memperkaya kosa-kata dan mengasah otak dalam memahami rangkaian tulisan, dan tentunya juga akan menambah wawasan. Contoh kecilnya saja, jika kamu seorang yang ingin menulis sebuah novel, dan sudah membaca referensi buku yang disebutkan tadi. Anda bisa menuliskan sebuah cerita yang tokohnya suka memasak, memiliki kepribadian seperti ini, dan fasih berbahasa inggris. Malah lebih luas kan, ide menulisnya jika mengolaborasikan hasil bacaan anda. Eits, tak hanya dengan membaca buku, ya, anda juga bisa mendapat ide dari konten yang tersebar luas di sosial media maupun media lainnya. Cukup simpel, tapi hasilnya ‘wow’ banget, tuh.


2. Investasi

Investasi seorang penulis itu tidak rumit. Yang paling sederhana adalah dengan membaca buku. Pada tahap selanjutnya, anda bisa saja mengikuti program workshop yang mendatangkan penulis hebat. Hal ini dilakukan untuk mengkokohkan hati dan jiwa kita agar konsisten dengan tujuan awal. Dan pastinya, mendapat tips-tips menulis berdasarkan pengalaman mereka (penulis hebat). Namun, jangan sampai setelah mengikuti kegiatan tersebut, malah menjatuhkan semangat anda, yaa. Oleh sebab itu, perkuat dan perbanyak latihan dulu, dan temukan kesalahanmu setelah mengikuti workshop-nya.




3. Tulis Apa Pun

Tulis apa pun? Apa yang ditulis? APA PUN.
Tulis semua hal yang anda pikirkan, itulah kiat dasar yang bisa anda lakukan untuk melatih diri menulis. Simpel saja, tulislah apa yang anda lakukan hari ini dengan megikuti pelajaran di masa lampau-zaman Sekolah Dasar-, yakni menulis 5W+1H. What, Who, Where, When, Why, dann How. Jangan anggap ini ribet. Ini tahap paling awal untuk anda yang berpikir bahwa menulis itu tidak mudah. Cuma itu saja, bagaimana caranya mulai nulis?! Hey, jangan sepelekan poin 5W+1H ini. Silakan langsung dicoba, dan lihatlah apa yang berhasil anda tuliskan? Adakah perbedaan gaya bahasa dari awal menulis sampai pada saat anda membacanya lagi? Jawab sendiri, yaaa. Kalau tidak ada, ya, do action poin nomor satu dong;)




4. Pengalaman

Orang yang hidup adalah orang yang merasakan tiap-tiap kejadian yang terjadi pada dirinya. Seperti pada saat anda berada di masa kecil hingga menjadi dewasa, atau paling tidak, sudah bertambah usia. Apa saja hal yang anda rasakan? Bisakah diceritakan kembali. Kala itu, ketika awal masuk sekolah SD, siapa orang-orang yang anda kenal. Bagaimana guru menjelaskan di depan kelas. Kenapa anda menangis saat kehilangan pensil. Dan masih banyak lagi hal-hal pertama yang dapat dituliskan. Mudah, bukan?

Jadi, sudah tergerak untuk meneriakkan Menulis Itu Mudah? Masihkah ada rasa tidak percaya diri yang menyelinap di hati? Ragu dengan potensi diri sendiri? Hal apa yang membuat anda ragu bahwa menulis itu mudah? Apakah kita beda pendapat? Tuangkan di kolom komentar, yaa. Siapa tau, masalahnya bisa kita pecahkan bersama

Jangan ragu untuk bertukar pikiran atau hanya sekedar menyapa di kolom komentar, yaa

Saturday, July 18, 2020

Partikel Pun, Dipisah atau Digabung?


            Partikel Pun, Dipisah atau Digabung? – Menulis tanpa mengikuti kaidah yang benar akan membuat gerah pembacanya. Berikut bentuk kesalahan penulisan partikel “pun” yang sering diabaikan dalam menulis, yakni perihal “pun” yang ditulis secara terpisah dengan kata yang mendahuluinya dan “pun” yang digabung dengan kata yang mengikutinya.


Partikel “pun” yang ditulis terpisah

Partikel “pun” ditulis terpisah dengan kata yang mendahuluinya, jika:

a.       Memiliki makna ‘juga’

·         Jika mereka bisa menulis, aku pun pasti bisa seperti mereka.

·         Jangan hanya menuntut anak untuk melakukan ini itu, orang tua pun harus mengerti keinginan mereka.

b.      Memiliki makna ‘penegasan’

·         Pergi! Jangan pernah sekali pun menginjakkan kaki di rumah ini.

·         Mengemis pun kau di hadapanku, tak akan luluh hati ini untukmu.



Partikel “pun” yang digabung


Partikel “pun” yang digabung dengan kata yang mengikutinya memiliki kata yang sudah dianggap manyatu/serangkai. Kata-kata tersebut bermakna sebagai kata penghubung yang lazim ditulis padu, seperti: meskipun, adapun, biarpun, maupun, sekalipun, kendatipun, bagaimanapun, andaipun, walaupun, kalaupun, ataupun, sungguhpun.

·         Aku akan mengalah meskipun hati berkata tidak.

·         Bagaimanapun caranya, mereka harus menghadiri acara ini.

·         Ia tak akan pernah meyerah walaupun rintangan kian menghadang.

·         Sekalipun gagal, ia tak akan pernah berhenti mencoba.

 


Friday, July 17, 2020

Lomba Blog dan Karya Tulis Jurnalistik  "ENERGI UNTUK INDONESIA"  Tahun 2020

Halo Sobat Jurnalis dan Sobat Blogger!!
Apa kabarnya hari ini?
Semoga selalu dalam lindungan-Nya yaa, Aminn.
Pada kesempatan kali ini saya membawa berita baik untuk kita semua. Peluang emas untuk mengasah skill menulis dan keterampilan mengolah kata. Tunggu apa lagi? Langsung daftarkan diri anda, dan siapkan karya terbaikmušŸ„°

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Mengapresiasi kinerja jurnalistik, pada tahun 2020, Kementerian ESDM kembali menggelar Lomba Karya Jurnalistik bagi para Jurnalis dan Blogger. Karya jurnalistik yang dimaksud dapat berbentuk berita (news article), artikel opini, feature dan karya lain yang memenuhi kaidah jurnalistik.

Tulisan yang dilombakan harus memenuhi syarat sudah pernah dipublikasikan melalui media massa baik media cetak maupun daring, terkait subsektor berikut:

Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi
Minyak dan Gas Bumi
Mineral dan Batubara
Ketenagalistrikan
Geologi

KETENTUAN UMUM

Terbuka untuk kategori Jurnalis dan Blogger
Tema lomba "Energi untuk Indonesia"
Obyek tulisan berhubungan dengan tema
Belum pernah memenangkan lomba sejenis
Bersedia agar karyanya dapat digunakan oleh Kementerian ESDM untuk sarana promosi sektor ESDM
Tulisan merupakan artikel hasil tulisan peserta yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran/terjemahan dan tidak tergolong advertorial komersil.

HADIAH KATEGORI JURNALIS

Juara I: Rp 15.000.000,-

Juara II: Rp 10.000.000,-

Juara III: Rp 7.000.000,-

10 Juara Harapan: @Rp 2.000.000,-

HADIAH KATEGORI BLOGGER

Juara I: Rp 5.000.000,-

Juara II: Rp 3.000.000,-

Juara III: Rp 2.000.000,-

SYARAT DAN KETENTUAN

Lomba Karya Tulis Jurnalistik “Energi Untuk Indonesia” Tahun 2020

I. Syarat dan Ketentuan Lomba Karya Tulis Jurnalistik untuk Kategori  Wartawan/Jurnalis

1) Peserta mengisi formulir pendaftaran di https://bit.ly/karyajurnalistikesdm
2) Berkas yang dikirimkan adalah:
• Formulir pendaftaran
• Scan atau hasil foto KTP/SIM
• Scan atau hasil foto ID Pers aktif
• Scan atau hasil foto kartu NPWP
• Karya tulis atau artikel dalam format Microsoft Word/PDF
• Bukti siar karya tulis atau artikel (scan koran / capture dan atau link url)
3) Peserta adalah WNI yang berprofesi sebagai jurnalis baik tetap maupun lepas yang bekerja di media cetak atau online seluruh Indonesia.
4) Tulisan merupakan artikel hasil tulisan peserta yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran/terjemahan dan tidak tergolong advertorial komersil
5) Tulisan sesuai dengan tema “Energi Untuk Indonesia” dan tidak mengandung unsur SARA.
6) Tulisan belum pernah memenangkan lomba atau sayembara sejenis.
7) Tulisan pernah dimuat di media masing-masing dalam kurun waktu 1 September 2019 sampai dengan 31 Agustus 2020
8) Panitia tidak menerima kiriman karya tulis dalam bentuk tercetak
9) Peserta dapat mengirim maksimal 5 (lima) artikel, hanya satu artikel yang berhak menang
10) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI berhak menggunakan karya tulis atau artikel peserta (baik secara utuh ataupun mengutip materi
di dalamnya) sebagai bagian dari publikasi non-komersilnya, seperti penerbitan keperluan internal Kementerian (contohnya annual report; kalender; infografis; brosur program atau informasi pelayanan) dan publikasi terbatas pada media sosial Kementerian dengan tetap mencantumkan nama penulis
11) Apabila di kemudian hari diketahui terjadi pelanggaran pada poin 1 – 10 maka panitia berhak membatalkan kemenanangan dan hadiah dapat
ditarik kembali.
12) Keputusan dewan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespodensi atau surat menyurat.
13) Dengan mengirimkan karya tulis atau artikel untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta dianggap memahami dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia
14) Pengiriman Karya Tulis melalui lombakaryajurnalistik@esdm.go.id paling
lambat tanggal 31 Agustus 2020 pukul 23.59 WIB.
II. Syarat dan Ketentuan Lomba Karya Tulis Jurnalistik untuk Kategori Blogger

1) Peserta mengisi formulir pendaftaran di https://bit.ly/karyajurnalistikesdm
2) Berkas yang dikirimkan adalah:
• Formulir pendaftaran
• Scan atau hasil foto KTP/SIM
• Scan atau hasil foto kartu NPWP
• Karya tulis atau artikel dalam format Microsoft Word/PDF
• Bukti siar karya tulis atau artikel (scan koran / capture dan atau link url)
3) Peserta adalah masyarakat umum yang memiliki blog pribadi baik hosting gratis ataupun domain berbayar
4) Tulisan merupakan artikel hasil tulisan peserta (naratif/deskriptif/dll minimal 500 kata) yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan,
bukan saduran/terjemahan dan tidak tergolong advertorial komersil
5) Tulisan sesuai dengan tema “Energi Untuk Indonesia” dan tidak mengandung unsur SARA.
6) Tulisan belum pernah memenangkan lomba atau sayembara sejenis.
7) Tulisan ditulis pada blog pribadi masing-masing dalam kurun waktu 1 September 2019 sampai dengan 31 Agustus 2020
8) Panitia tidak menerima kiriman karya tulis dalam bentuk tercetak
9) Peserta dapat mengirim maksimal 3 (tiga) artikel, hanya satu artikel yang berhak menang
10) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI berhak menggunakan karya tulis atau artikel peserta (baik secara utuh ataupun mengutip materi
di dalamnya) sebagai bagian dari publikasi non-komersilnya, seperti penerbitan keperluan internal Kementerian (contohnya annual report; kalender; infografis; brosur program atau informasi pelayanan) dan publikasi terbatas pada media sosial Kementerian dengan tetap mencantumkan nama penulis
11) Apabila di kemudian hari diketahui terjadi pelanggaran pada poin 1 – 10 maka panitia berhak membatalkan kemenanangan dan hadiah dapat
ditarik kembali.
12) Keputusan dewan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespodensi atau surat menyurat.
13) Dengan mengirimkan karya tulis atau artikel untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta dianggap memahami dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia
14) Pengiriman Karya Tulis melalui lombakaryajurnalistik@esdm.go.id paling
lambat tanggal 31 Agustus 2020 pukul 23.59 WIB.


Daftarkan dirimu segera, yaa. Jangan menundašŸ˜‰


Thursday, July 16, 2020

Alasan Mengapa Ingin Menjadi Penulis


            Alasan Mengapa Ingin Menjadi Penulis – Saat ini, menjadi penulis adalah pekerjaan yang paling banyak menyita perhatian masyarakat di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, penulis memiliki latar belakang dan ciri khas berbeda-beda sehingga tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun untuk mendedikasikan dirinya sebagai penulis. Ditambah lagi dengan iming-iming royalty yang sangat menggiurkan, membuat setiap kepala memaksa dirinya untuk memunculkan ide yang tak biasa.



            Hal tersebutlah yang memantik minat sebagian besar orang untuk mulai menulis. Zaman modern saat ini pun sangat ramah bagi mereka yang baru saja terjun di dunia kepenulisan, karena menulis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tak perlu repot mencari laptop untuk mengetik, atau secarik kertas berteman pulpen untuk menuliskan ide. Cukup dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi 4.0 (four point zero) – Smartphone.

            Di era serba canggih saat ini, orang-orang berlomba-lomba menciptakan inovasi baru yang sangat luar biasa berpengaruh, salah satunya dalam dunia tulis-menulis. Bagaimana tidak? Mereka menciptakan begitu banyak aplikasi menulis dengan banyak keunggulan yang dimiliki. Tentu hal ini sangat mendukung pendatang baru untuk lebih giat mengeksplorasi diri.

            Menulis tidak melulu tentang menuangkan sebuah gagasan ataupun pokok pikiran. Namun, bukan berarti bahwa hal tersebut menjadi dalih dan kendala yang berarti. Yang paling utama adalah tetap menulis, paham kaidah kemudian. Percayalah, para penulis Best Seller pun memulai karyanya dengan coretan yang tak sedikit, banyak revisi di sana-sini, tapi, mereka tetap konsisten menulis. Bagaimana dengan kita?

            Bagi penulis pemula atau newbie, seringkali muncul pertanyaan dalam diri sendiri maupun yang dilontarkan orang lain. Mengapa Ingin Menjadi Penulis? Apa Alasan Kamu Memilih Untuk Menjadi Penulis?

            Pilihan. Ya, tentu saja hal ini merupakan pilihan bagi setiap manusia perihal mengapa mereka memilih untuk menjadi Penulis. Masing-masing orang tentu memiliki jawaban pamungkasnya sendiri. Lalu, apa alasan seseorang menginginkan pilihan tersebut? Mengapa ingin menjadi penulis?



1.     

1. Membangun Peradaban Bangsa

Hal yang pernah tersirat di pikiran saya sebelum memutuskan untuk terjun di dunia menulis adalah hal ini. Tercatat pada Maret lalu, tepatnya di tahun 2020, UNESCO menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, itu berarti hanya 1 dari 1000 kepala yang memiliki minat membaca. Miris sekali. Selain itu, beberapa tahun silam, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang hanya memiliki sedikit sekali publikasi karya ilmiah. Saya pribadi, hal ini yang sangat mendorong untuk belajar menulis, walaupun ilmu tersebut belum rumpun dan masih terdapat kekurangan di mana-mana. Satu hal yang saya yakini, tetaplah konsisten menulis, paham PUEBI/kaidah kemudian. 



1.     

2. Popularitas

Banyak konteks makna yang dapat mengarah pada satu kata ini. Menginginkan ketenaran demi hal-hal positif, tentu tidak akan mengganggu siapapun. Maka dari itu, luruskan niat yang tadinya ingin terkenal, menjadi ingin bermanfaat bagi orang lain. Jadi, jika pada saatnya ternyata ekspektasi terkenalmu tidak terpenuhi, setidaknya rencanamu agar bermanfaat bagi orang lain tetap terealisasikan. Karena popularitas hanya bonus belaka, begitulah fatwa penulis-penulis papan atas tanah air.


1.     

3. Berbagi Ilmu dan Pengalaman

Satu hal yang harus saya tekankan pada poin ini. Jadilah penulis yang menyiratkan pesan di dalam karangannya. Setidaknya, selipkan satu pesan moral yang menjadi inti dari sebuah cerita. Bayangkan saja, beberapa waktu kemarin, sempat viral sosok anak yang yang sering menonton sebuah fim, dan kemudian mempraktikannya. Tak mengapa jika hal baik yang menjadi panutannya, tetapi, jika tawuran, atau bahkan pembunuhan? Bagaimana perasaanmu, jika ternyata ia melakukan hal tersebut karena terinspirasi dari tulisan yang anda buat?


1.

      4. Tidak Terikat Siapa Pun (Bebas)

Pada poin keempat ini, kita yang dapat menentukan. Ingin menjadi penulis untuk sebuah company, atau hanya bekerja untuk diri sendiri. Namun, sebagaimana yang terlihat dan tersebar di sekitar kita, seorang yang mengaku dirinya penulis adalah mereka yang bekerja untuk diri sendiri. Perlu diketahui juga, seorang penulis juga bisa menulis untuk orang lain, seperti ghost writer, penulis artikel, copy writer atau content writer. Hal yang tak boleh dilewatkan yakni menulislah dengan ikhlasJ



1.     

5. Materi

Sebagian orang bekerja untuk menghasilkan uang sebagai sumber mata pencaharian mereka. Tentu saja tidak munafik, orang yang menulis juga akan mengharapkan materi sebagai feedback atau manfaat yang didapat setelah mengerjakan sesuatu. Menjadi penulis tidak akan menutup kemungkinan seseorang untuk mendapat uang. Lihat saja sang penulis Asma Nadia, karyanya mampu menembus angka milyaran. Begitu juga dengan beberapa penulis lainnya.



1.     

6. Membangun Relasi
 
Hanya menulis bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi atau bersilaturahmi. Bahkan, hanya dengan menulis, anda akan menjangkau ratusan, ribuan, atau bahkan hingga jutaan manusia di seluruh penjuru dunia. Menjadi penulis memang hal yang sangat menyenangkan, terlebih ketika tulisan kita dapat menjadi ispirasi banyak orang.

Nah, sudah tertarik belum, untuk menjadi penulis? Poin-poin di atas hanya sebagian kecil alasan saya untuk memilih jadi penulis. Dan tentunya, setiap manusia memiliki acuan-acuan tersendiri sebagai pertimbangannya untuk mulai menulis. Bagaimana dengan anda? Apa alasan anda memilih untuk menjadi penulis? Tulis di kolom komentar yaJ


Ragam Tanda Baca dan Kegunaannya


            Macam-Macam Tanda Baca dan Kengunaannya  - Tanda baca memiliki peran penting dalam sebuah tulisan dan terdapat beberapa jenis. Fungsinya pun sangat beragam. Tanda baca memberikan sentuhan pada kalimat agar lebih bermakna dan mudah dipahami. Namun, masih banyak yang keliru perihal penggunaan tanda baca yang sesuai dengan fungsinya. Berikut ini akan dibahas beberapa tanda baca dan kegunaannya.



1. Tanda Titik (.)

Tanda baca dengan simbol (.) ini adalah tanda yang sering dijumpai dalam sebuah kalimat. Tanda titik memiliki kegunaan sebagai penutup atau petunjuk akhir dari sebuah kalimat. Adapun fungsi lain tanda titik adalah sebagai berikut:

·         Menyingkat gelar akademik

Sarjana Pendidikan (S. Pd.), Sarjana Kedokteran (S. Ked.)

·         Sebagai pemisah antara petunjuk jam, menit, dan detik

12.30.50, 14.15.00

·         Sebagai penanda suatu daftar, list, urutan atau bagan :

A. Melati : 1. Andri, 2. Ani. 3. Sena.

B. Mawar : 1. Dina, 2. Sekar, 3. Arif.

·         Digunakan dalam daftar pustaka

Kusnanto, Agung. 2017. Bahasa Sansekerta. Jakarta: Gramedia.

·         Pemisah bilangan ribuan: 20.000 orang, Rp250.000,00

 

2.   Tanda Koma (,)

Tanda baca dengan simbol (,) ini memiliki fungsi sebagai pemisah beberapa bagian dari suatu kalimat. Tujuannya ialah agar pembaca memiliki ritme baca yang sama seperti si penulis. Agar lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut ini:

·         Sebagai unsur perincian atau penyebutan

Ibu membeli susu, keju, roti, dan coklat.

·         Untuk memisahkan induk kalimat dan anak kalimat

Dunia ini seakan mendung, sama halnya dengan suasana hatiku.

·         Digunakan sebelum kata penghubung, seperti:

Ibu pergi ke pasar, sedangkan Ayah pergi ke kantor.

Aku ingin menjenguknya, tetapi keadaaan sangat tidak memungkinkan.

·         Sebagai pemisah petikan langsung bagian lain kalimat

Ibu berkata, “Kita harus menjaga kesehatan agar terhindar dari ancaman penyakit.”

·         Untuk menjadi pemisah antara nama dan gelar akademik

Budiono, S.Ag.

·         Digunakan sebelum angka desimal

23,4 cm

 

3. Tanda Tanya (?)

Tanda baca dengan simbol (?) ini digunakan untuk menunjukkan kalimat tanya yang peletakannya tepat di akhir kalimat. Tanda tanya sangat diperlukan untuk mengekspresikan ungkapan pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Agar pembaca dapat mengkuti suasana yang diciptakan penulis. Tanda tanya biasanya diikuti dengan kata tanay, seperti: di mana, apa, bagaimana, kapan, mengapa, siapa, berapa, kenapa, dan sebagainya. Berikut contoh penggunaaanya dalam kalimat:

·         Diawali dengan kalimat tanya

Kapan kita akan menikah?

·         Sebagai penunjuk pertanyaan yang digunakan dalam tanda kurung pada kalimat pernyataan

Indonesia merdeka pada tahun 1945 (?)

 

4.

      4. Tanda Seru (!)

Tanda baca dengan simbol (!) ini memiliki fungsi sebagai penunjuk kalimat seru, perintah, dan penegasan. Tanda seru berperan penting untuk menggambarkan perasaan emosi. Berikut contoh penggunaannya dalam kalimat:

·         Sebagai kalimat perintah

Tolong ambilkan bajuku di dalam lemari!

·         Sebagai kalimat penegasan

Jangan pergi!



1.     

5. Tanda Titik Dua (:)

Tanda baca dengan simbol (:) ini berfungsi sebagai penutup suatu kalimat, yang dilanjutkan dengan perincian. Berikut contoh penggunaanya dalam kalimat:

·         Mengikuti kalimat rincian

Jenis penerbit ada dua: penerbit mayor dan penerbit indie.

·         Digunakan setelah nama pelakon naskah drama yang sedang melakukan percakapan

Santi : “Bagaimana kabarmu hari ini, Dev?”

Zidan : “Alhamdulillah, baik. Bagaimana denganmu?”

 

2.     

6. Tanda Titik Koma (;)

Tanda baca dengan simbol (;) ini berguna sebagai pemisah dari dua perincian yang terjadi dalam satu kalimat. Berikut contoh penggunaannya dalam kalimat:

·         Sebagai pemisah bagian rincian dalam kalimat

Ayah pergi ke pasar untuk membeli buku, pensil, dan penghapus; sayur bayam, kacang-kacangan, dan kangkung; gula, garam, dan penyedap makanan.

·         Untuk menggantikan kata penghubung sebagai pemisah kalimat setara satu dengan yang lainnya

Kakak menonton televisi; Adik membaca buku; Tukang Bakso melintas di depan rumah.

 

3.     

7. Tanda Miring (/)

Tanda baca dengan simbol ini (/) ini bermakna atau, bisa juga dipakai dalam penulisan nomor surat. Berikut contoh penggunaannya:

·         Digunakan dalam penulisan nomor surat

Nomor: 15/SK/I/2020

·         Digunakan sebagai pengganti kata atau

Saudara/saudari, siswa/siswi, darat/udara

4.     

8. Tanda Hubung (-)

Tanda baca dengan simbol (-) ini berguna sebagai penghubung beberapa unsur tertentu, juga untuk menghubungkan kata ulang.

·         Sebagai penghubung kata yang terpotong oleh pergantian baris

Hidup adalah sebuah per-

juangan yang harus …

·         Sebagai penyambung kata ulang

Mondar-mandir, berbondong-bondong, bahan-bahan

·         Sebagai penyambung huruf yang dieja

k-e-s-e-m-p-u-r-n-a-a-n

·         Sebagai penyambung angka, seperti tanggal, bulan, dan tahun

21-05-2021

·         Digunakan sebagai perangkai kata

Se-Indonesia, anak ke-3, tahun 1980-an, hari-H, ciptaan-Nya, kepada-Mu, S-1, KTM-mu, SPKB-ku.

·         Sebagai penghubung antara bahasa Indonesia dan bahasa asing/daerah

Di-chat, nge-game, nge-down, meng-upload



1.     

9. Tanda Petik Tunggal ()

Tanda baca dengan simbol (‘’) ini memiliki fungsi sebagai penanda istilah tertentu. Berikut contoh penggunaanya:

·         Untuk mengapit petikan lain dalam sebuah petikan

“Lagi-lagi Bu Siti teringat sosok suaminya. Tadi malam ia berbicara sendiri, Mas, aku buatkan teh, ya., keadaannya sungguh memprihatinkan.”

·         Untuk mengapit makna lain dari sebuah kata

Terdakwa yang didakwa

 

2.     

10. Tanda Kutip ()

Tanda baca dengan simbol (“”) ini berguna sebagai penanda kalimat yang diucapkan oleh si tokoh. Berikut contoh penggunaanya dalam kalimat:

·         Untuk mengapit petikan langsung dari suatu pembicara

Aku ingin sendiri! seru Rena sambil terisak.

·         Untuk mengapit sebuah judul

Film Mariposa sudah menggait jutaan penontot di pelosok negeri.

·         Untuk mengapit istilah ilmiah atau kata yang memiliki arti khusus

Pesinetron Ruben Onsu memberikan angpao kepada asisten rumahnya.

 

3.     

11. Tanda Pisah ()

Tanda baca dengan simbol () ini berfungsi sebagai pertanda adanya sisipan kata atau kalimat. Berikut contoh penggunaannya dalam kalimat:

·         Sebagai pemisah antara dua bilangan

Tanggal 10–20 Juli 2020, tahun 20002020

·         Sebagai penegasan adanya keterangan aposisi atau lainnya

JokowiPresiden Republik Indonesiamenghimbau agar masyarakat tetap di rumah saja.

·         Sebagai pemisah untuk batas penyisipan kata atau kalimat penjelasan

Kesuksesan setiap orang berawal dari diri sendiri.

 

4.     

12. Tanda Elipsis ()

Tanda baca dengan simbol () ini pertanda bahwa terdapat bagian yang dihilangkan dari suatu kalimat. Berikut contoh penggunaanya dalam kalimat:

·         Sebagai penunjuk kalimat yang hilang

1.      Berbagai upaya tak menghasilkan apa pun.

2.      Hidup ini sudah tertulis di .

3.      Jangan mengharap pertolongan , belum tentu mereka mampu.

·         Sebagai penanda kalimat ucapan atau ujaran yang  belum selesai di dalam sebuah dialog.

“Kamu seperti seperti matahari dalam . Ah, aku harus pergi.”

Note:

1. Tanda elipsis selalu didahului dan diakhiri dengan spasi.

2. Tanda elipsis yang diikuti dengan tanda koma, tidak ditambah spasi setelahnya. (contoh poin 3)

3. Tanda elipsis di akhir kalimat, diikuti oleh tanda titik. (jumlah titik menjadi empat. Contoh poin 2)


1.     


13. Tanda Baca Interrobang (?!) (!?)

Tanda baca dengan simbol yang terdiri dari gabungan tanda seru dan tanda tanya ini memiliki kegunaan sebagai penjabar sebuah ekspresi antara terkejut, heran, bertanya-tanya, beradu dengan rasa penasaran. Pemakaian tanda baca ini sangat tidak dianjurkan dalam penulisan akademisi atau penulisan formal. Tanda baca ini sering dijumpai di cerita fiksi atau hal non-formal. Berikut contoh aplikasi penulisannya dalam kalimat:

·         “Bagaimana bisa?!

·         “Apa!?” Zaki menghempaskan tangannya ke udara.

 

2.     

14. Tanda Kurung ((..))

Tanda baca dengan simbol (( )) ini

·         Untuk mengapit penjelasan atau keterangan

Gambar di atas (a.1) menunjukkan lalu lintas yang sangat padat di Jakarta.

·         Untuk mengapit kata yang dapat dihilangkan atau dimunculkan dalam sebuah kalimat.

Mahasiswa yang melakukan kunjungan berasal dari (Negara) Malaysia.

 

3.     

15. Tanda Kurung Siku ([..])

Tanda baca denga simbol ([ ]) ini memiliki fungsi sebagai penanda adanya bagian yang dikoreksi dari suatu kalimat. Berikut cara penggunaanya:

·         Untuk menambahkan keterangan dalam suatu kalimat.

Menulis karya sastra harus sesuai [dengan] PUEBI.

Proyek kerja wirausaha pada Bab III [halaman 10] harus terlaksana dengan baik.